Feeds:
Posts
Comments

Sesuai janji saya kepada beberapa pengunjung milis seperti Pak Adith, Bu Iis dan nama-nama lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, kali ini saya coba share materi pelatihan audit mutu internal yang bisa dipakai baik untuk kualifikasi calon auditor mutu internal baru maupun sebagai ‘refreshment’ training buat para auditor mutu internal.

Continue Reading »

Sejalan dengan diterbitkannya ISO 9001:2008 pada 14 November 2008, ketentuan transisi dari versi 2000 ke versi 2008 yang telah ditetapkan dan disepakati oleh IAF-ISO (melalui joint communique) adalah sebagai berikut:

  • Mulai 14 November 2009 (yaitu tepat satu tahun sejak tanggal terbitnya ISO 9001:2008), semua sertifikasi baru (bukan renewal atau perjanjangan) harus mengacu pada ISO 9001:2008.
  • Mulai 14 November 2010 (yaitu tepat dua tahun sejak terbitnya ISO 9001:2008), semua sertifikasi tahun berjalan yang masih mengacu pada ISO 9001:2000 menjadi tidak berlaku lagi (no longer valid).

 Implikasi yang bisa disimpulkan dari ketentuan di atas adalah : 

Continue Reading »

ISO 9001:2008

Hasil revisi terbaru terhadap ISO 9001 versi 2000 akhirnya resmi diterbitkan. ISO 9001 versi terbaru ini, akan dikenal dengan nama ISO 9001:2008, resmi diterbitkan pada tanggal 14 November 2008.

Berbeda saat revisi dari versi 1994 ke versi 2000 yang menyebabkan perubahan sangat significant dari sisi persyaratan sistem manajemen mutu, perubahan dari standard versi 2000 ke versi 2008 adalah sebaliknya. Di standard versi 2008 TIDAK ADA, sekali lagi, TIDAK ADA perubahan persyaratan (‘requirement’) ataupun penambahan ‘requirement’. Continue Reading »

Di ISO 9001:2000 (sekarang 2008), klausa 8.2.2 menyebutkan bahwa adalah wajib hukumnya bagi suatu organisasi untuk melaksanakan program audit internal berkala dan terencana.

Dalam prosedur mutu suatu perusahaan tidak ditemukan sama sekali deskripsi tentang ‘audit internal’. Yang ada, perusahaan itu menyatakan bahwa mereka melakukan ‘assessment internal’ berkala dan terencana terhadap sistem manajemen mutunya. Dalam penjelasan prosedur mutu, disebutkan bahwa definisi ‘assessment’ adalah : suatu proses yang sistematis, independen dan terencana untuk menemukan bukti ‘assessment’ dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menilai kesesuaiannya terhadap ‘kriteria assessment’.

Pertanyaannya : apakah prosedur mutu perusahaan ini suatu ketidaksesuaian terhadap persyaratan ISO 9001:2000, terutama klausa 8.2.2 ? Jika ya, apa alasannya ? Begitu pula jika tidak, apa alasannya ?

Silahkan kita diskusikan bersama. Jangan takut berkomentar dan berpendapat…namanya juga saling belajar.

Ditunggu….🙂

Beberapa pengunjung Rubrik QMS (d/h sebagai halaman di Blognya Baja) menanyakan tentang penggunakan ‘Scoring System’ dalam implementasi audit internal manajemen mutu. Pertanyaan terakhir tentang topik ini saya terima dari Bapak Harmansyah di Batam. Dalam tulisan berikut ini, saya akan coba mengulas penggunaannya, terutama apa keuntungan dan apa kerugian penggunaan system ini.

 

Continue Reading »

Dari pengalaman saya selama ini terutama kala masih rutin melakukan assessment sistem mutu ke berbagai perusahaan, kegagalan penerapan ISO 9001:2000 sebenarnya sudah dimulai sejak setting awal sistem mutu di suatu perusahaan. Saya pernah ketemu satu perusahaan yang setelah menjalankan ISO , kinerja produksi dan penjualannya malah turun total. Dari yang sebelumnya beroperasi dengan 9 burner, setelah ber-ISO (dan lulus disertifikasi) malah hanya beroperasi dengan 1 burner dan tidak sanggup bersaing harga secara kompetitif dengan kompetitornya. Continue Reading »

Dalam bahasa ISO 9001:2000, Top Management adalah seorang atau sekumpulan orang yang memimpin organisasi dan berada pada posisi tertinggi di dalam struktur organisasi. Dari definisi ini saja, sudah terbayangkan bahwa melakukan audit QMS ke Top Management akan membawa beban mental tersendiri bukan saja buat internal auditor, tetapi juga buat external auditor. Continue Reading »